Loading...

Tips Dan Trik Kapan Harus Memotong Cerita Panjang

Tips Dan Trik Kapan Harus Memotong Cerita Panjang

Dengan artikel ini, Anda akan belajar bagaimana mempertimbangkan tujuan cerita Anda, membuatnya tetap menarik, dan memanfaatkan Editing untuk keuntungan Anda.

Apakah Anda kesulitan untuk membuat audiens tetap terlibat dalam cerita yang panjang? Apakah Anda mendapati diri Anda mengoceh tentang adegan atau karakter yang tidak perlu? Saatnya mempelajari kapan harus mempersingkat cerita panjang dengan tips dan trik berikut.

Baik Anda seorang penulis, pendongeng, atau hanya mencoba membuat percakapan tetap menarik, mengetahui kapan harus mempersingkat cerita adalah keterampilan yang berharga untuk dimiliki.

Dengan artikel ini, Anda akan belajar bagaimana mempertimbangkan tujuan cerita Anda, membuatnya tetap menarik, dan memanfaatkan Editing untuk keuntungan Anda.

Jangan biarkan audiens Anda bosan atau kehilangan minat, pelajari cara membuat mereka terpikat dengan tips dan trik berikut.

Poin Penting

  • Pertimbangkan tujuan dan pembaca cerita sebelum menyederhanakannya menjadi bagian-bagian penting.
  • Gunakan teknik bercerita yang menarik, seperti alur cerita dan bahasa deskriptif, untuk membuat penonton tetap tertarik.
  • Membedakan dan menghilangkan adegan atau karakter asing sambil menyeimbangkan pemotongan dengan pengembangan karakter.
  • Gunakan teknik Editing untuk membuat tulisan ringkas dan berdampak, carilah Feedback dari orang lain untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan.

Pertimbangkan Tujuan Ceritanya

Jadi, Anda akan menceritakan sebuah kisah, namun sebelum Anda mendalaminya, luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan alasan Anda menceritakannya. Apakah untuk menghibur audiens Anda, atau untuk menyampaikan pesan atau pelajaran?

Setelah Anda mengidentifikasi tujuan Anda, Anda dapat menyederhanakan cerita Anda dan menghilangkan detail yang tidak perlu yang tidak berkontribusi pada pesan atau tema Anda.

Mengidentifikasi audiens Anda juga penting ketika memutuskan bagaimana menceritakan kisah Anda. Jika Anda berbicara dengan sekelompok rekan kerja, Anda mungkin ingin lebih fokus pada aspek bisnis dari kisah Anda, sementara percakapan santai dengan teman mungkin bisa memberikan lebih banyak anekdot pribadi.

Menyederhanakan plot juga dapat membantu menjaga audiens tetap terlibat dan mencegah mereka tersesat dalam lautan detail. Dengan memangkas cerita Anda ke bagian-bagian yang paling penting, Anda akan dapat menjaga perhatian audiens dan memastikan bahwa pesan Anda didengar dengan jelas dan jelas.

Jaga Agar Ceritanya Menarik

Anda ingin membuat penonton tetap tenang, seperti pawang ular yang memikat ular kobra dengan goyangan serulingnya.

Teknik bercerita yang menarik penting untuk memastikan pendengar Anda terpikat oleh cerita Anda. Agar mereka tetap terpikat, coba gabungkan alur cerita menawan yang akan membuat mereka terus menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Salah satu teknik yang efektif adalah memulai cerita Anda di media res, atau di tengah-tengah aksi. Hal ini akan langsung menarik perhatian audiens Anda dan membuat mereka ingin tahu bagaimana ceritanya dimulai.

Teknik lainnya adalah dengan menggunakan bahasa deskriptif untuk memberikan gambaran yang jelas tentang latar dan karakter. Ini akan membantu pendengar Anda memvisualisasikan cerita dan merasa bahwa mereka adalah bagian darinya.

Terakhir, jangan takut untuk menambahkan humor atau ketegangan pada cerita Anda agar audiens tetap terlibat dan tertarik. Ingat, kunci cerita sukses adalah membuat audiens Anda terpikat dari awal hingga akhir.

Ketahui Kapan Harus Memotong Adegan Atau Karakter Yang Tidak Perlu

Penting untuk membedakan adegan atau karakter mana yang tidak relevan dan menghilangkannya untuk menjaga alur dan koherensi narasi. Cerita yang bertele-tele tanpa tujuan atau arah yang jelas akan membuat penonton cepat kehilangan minat.

Menghilangkan redundansi sangat penting agar cerita tetap menarik dan maju. Saat Anda merevisi karya Anda, tanyakan pada diri Anda apakah setiap adegan atau karakter diperlukan untuk memajukan cerita. Jika tidak, pertimbangkan untuk menghentikannya.

Pada saat yang sama, penting untuk menyeimbangkan pemotongan adegan atau karakter yang tidak perlu dengan pengembangan karakter. Anda tentu tidak ingin menghilangkan karakter atau adegan yang memberikan wawasan signifikan ke dalam cerita atau membantu mengembangkan karakter tersebut.

Saat Anda merevisi, perhatikan peran yang dimainkan setiap karakter dan adegan dalam cerita. Jika sebuah karakter atau adegan tidak menambah perkembangan cerita, kemungkinan besar hal tersebut tidak diperlukan. Menghilangkan hal-hal yang tidak perlu akan membantu Anda membuat narasi yang lebih ringkas dan menarik.

Gunakan Editing Untuk Keuntungan Anda

Editing adalah alat yang ampuh yang dapat mengubah tulisan Anda dari biasa-biasa saja menjadi luar biasa dengan meneliti setiap kata dan kalimat secara cermat. Salah satu teknik Editing yang paling penting adalah memotong kata dan frasa berlebih agar tulisan Anda lebih ringkas.

Hal ini tidak hanya membuat tulisan Anda lebih jelas dan mudah dibaca, namun juga membantu membuat pembaca tetap terlibat dan tertarik dengan cerita Anda. Untuk mencapai hal ini, mulailah dengan mengidentifikasi kalimat atau frasa apa pun yang tidak memberi nilai tambah pada tulisan Anda. Ini bisa berupa apa saja, mulai dari kata sifat yang tidak perlu hingga frasa yang berlebihan.

Setelah Anda mengidentifikasinya, cobalah menyederhanakan kalimat Anda dan hilangkan pengulangan apa pun. Ingatlah bahwa menulis secara ringkas bukan berarti mengorbankan detail atau kedalaman, melainkan menggunakan kata-kata yang perlu dan berdampak.

Dengan memanfaatkan Editing, Anda dapat mengubah cerita yang panjang dan berliku menjadi sebuah tulisan yang ringkas dan kuat yang akan memikat pembaca Anda.

Carilah Feedback Dari Orang Lain

Menerima Feedback dari orang lain dapat menjadi alat yang berharga dalam meningkatkan tulisan Anda. Ibarat angin segar yang membersihkan sarang laba-laba dan menyegarkan pikiran.

Terkadang, ketika kita terlalu dekat dengan pekerjaan kita sendiri, sulit untuk melihat area mana yang perlu diperbaiki. Di sinilah mencari masukan dari orang lain berguna. Hal ini memungkinkan kita mendapatkan perspektif baru dan mengidentifikasi potensi permasalahan atau area yang memerlukan penyempurnaan.

Saat mencari masukan, penting untuk mendapatkan opini dari berbagai sumber. Ini bisa mencakup kolega, teman, atau bahkan kelompok penulis. Bersikaplah terbuka terhadap kritik yang membangun dan gunakan untuk menyempurnakan detail tulisan Anda.

Jangan takut untuk bertanya atau menindaklanjuti dengan mengklarifikasi informasi. Pada akhirnya, Feedback yang Anda terima dapat membantu Anda mempersingkat cerita panjang dan membuat tulisan yang lebih halus.

Kesimpulan

Saat Anda mengakhiri cerita Anda, pikirkan pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda. Apakah itu sejalan dengan tujuan cerita Anda?

Ingat, audiens Anda ingin merasakan sesuatu, jadi gunakan simbolisme untuk menciptakan respons emosional. Baik itu perjalanan karakter atau alur cerita, pertimbangkan bagaimana pembaca Anda akan menafsirkan bagian akhir.

Editing adalah kunci untuk menciptakan cerita yang kuat. Gunting adegan atau karakter yang tidak perlu dan tidak berkontribusi pada pesan. Gunakan kata-kata Anda dengan bijak dan jaga agar cerita Anda tetap menarik.

Dengan menguasai tip dan trik berikut, Anda dapat menciptakan sebuah cerita yang berkesan dan berdampak.

Andre Yulianto

Andre Yulianto

How puzzling all these changes are! I'm never sure what I'm going to turn into a tidy little room.