Loading...

Perbedaan antara Pillar Content dan Skyscraper Content

Perbedaan antara Pillar Content dan Skyscraper Content

Pillar content dan skyscraper content adalah dua strategi pembuatan konten yang sering digunakan dalam upaya pemasaran digital dan optimasi mesin pencari (SEO).

Meskipun keduanya berfokus pada pembuatan konten berkualitas tinggi yang dapat menarik dan mempertahankan pengunjung, mereka memiliki pendekatan, tujuan, dan proses yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasan mendetail tentang perbedaan antara keduanya, dilengkapi dengan contoh dan penjelasan tambahan.

Apa Itu Pillar Content?

Pillar content adalah artikel atau halaman utama di situs web yang dirancang untuk menjadi sumber informasi yang komprehensif dan mendalam tentang topik tertentu. Konten ini bertindak sebagai "pilar" atau fondasi untuk situs web Anda, yang menjadi referensi utama bagi pembaca dan mesin pencari. Tujuan utama dari pillar content adalah memberikan panduan lengkap tentang suatu topik sehingga pengunjung dapat menemukan semua informasi yang mereka butuhkan di satu tempat.

Karakteristik Pillar Content

  1. Komprehensif dan Mendalam: Pillar content mencakup topik secara luas dan mendalam. Ini berarti mencakup semua aspek yang relevan dari topik tersebut dan memberikan penjelasan yang rinci.
  2. Panjang: Artikel pillar biasanya panjang, sering kali lebih dari 2.000 kata. Panjangnya konten memungkinkan untuk menyajikan informasi yang mendetail dan mendalam.
  3. Struktur yang Jelas: Menggunakan subjudul, daftar, tabel, dan elemen lain untuk memudahkan navigasi dan pembacaan. Struktur yang baik membantu pembaca menemukan informasi yang mereka cari dengan mudah.
  4. Sumber Rujukan: Menyediakan banyak tautan internal dan eksternal untuk informasi lebih lanjut. Tautan internal membantu meningkatkan waktu yang dihabiskan pengunjung di situs web Anda, sedangkan tautan eksternal menambah kredibilitas konten Anda.
  5. SEO Friendly: Dioptimalkan untuk kata kunci utama dan sekunder untuk menarik lalu lintas organik dari mesin pencari. Penggunaan kata kunci yang tepat, meta deskripsi yang menarik, dan tag header yang benar sangat penting untuk SEO.

Contoh Pillar Content

Bayangkan Anda memiliki situs web tentang kesehatan dan kebugaran. Salah satu topik utama yang ingin Anda bahas adalah "Diet Ketogenik." Anda bisa membuat artikel pillar dengan judul "Panduan Lengkap Diet Ketogenik: Manfaat, Risiko, dan Cara Memulainya." Artikel ini akan mencakup berbagai subtopik seperti:

  1. Apa Itu Diet Ketogenik?
  2. Manfaat Diet Ketogenik:
    • Menurunkan Berat Badan
    • Meningkatkan Energi
    • Mengontrol Gula Darah
  3. Risiko dan Efek Samping Diet Ketogenik
  4. Cara Memulai Diet Ketogenik:
    • Makanan yang Harus Dikonsumsi
    • Makanan yang Harus Dihindari
    • Contoh Menu Harian
  5. Tips dan Trik untuk Sukses di Diet Ketogenik

Artikel ini akan menjadi referensi utama bagi pengunjung yang ingin mempelajari semua tentang diet ketogenik. Selain itu, Anda bisa menautkan artikel lain yang lebih spesifik, seperti "Resep Makanan Ketogenik untuk Pemula" atau "Olahraga Terbaik untuk Diet Ketogenik," yang juga terkait dengan topik utama.

Apa Itu Skyscraper Content?

Skyscraper content adalah strategi pembuatan konten yang melibatkan pencarian konten yang sudah populer atau berperingkat tinggi di mesin pencari, kemudian membuat versi yang lebih baik, lebih komprehensif, dan lebih menarik dari konten tersebut. Tujuan utama dari skyscraper content adalah untuk mengungguli konten yang sudah ada dan mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di hasil pencarian.

Karakteristik Skyscraper Content

  1. Penelitian Kompetitif: Dimulai dengan menemukan konten yang sudah sukses, baik dari segi jumlah lalu lintas, backlink, atau peringkat di mesin pencari.
  2. Peningkatan Kualitas: Membuat konten yang lebih baik dalam hal kualitas, panjang, dan informasi. Ini berarti menambahkan informasi baru, memperbaiki kesalahan, dan membuat konten lebih menarik.
  3. Visual yang Menarik: Menambahkan elemen visual seperti infografik, gambar, dan video untuk menarik perhatian pembaca dan meningkatkan keterlibatan.
  4. Promosi Aktif: Memerlukan promosi aktif untuk mendapatkan backlink dan menarik lebih banyak pengunjung. Ini bisa melibatkan outreach kepada situs web lain, berbagi di media sosial, dan menggunakan strategi promosi lainnya.
  5. Fokus SEO: Sangat dioptimalkan untuk kata kunci dan sering kali menggunakan teknik SEO lanjutan seperti tautan balik berkualitas tinggi dan optimasi on-page.

Contoh Skyscraper Content

Misalkan Anda menemukan artikel berjudul "10 Tips untuk Menurunkan Berat Badan" yang berperingkat tinggi di Google. Anda bisa menggunakan strategi skyscraper untuk membuat artikel yang lebih baik dengan judul "20 Tips Terbukti untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Aman." Langkah-langkahnya mungkin melibatkan:

  1. Menambahkan Lebih Banyak Tips: Memberikan 20 tips alih-alih 10, sehingga konten Anda lebih lengkap.
  2. Memperbaiki dan Memperbarui Informasi: Memastikan semua tips terbaru dan didukung oleh penelitian terbaru.
  3. Menambahkan Visual: Menyertakan infografik yang merangkum tips, gambar sebelum dan sesudah, dan video tutorial.
  4. Mengoptimalkan SEO: Menggunakan kata kunci yang lebih relevan, menulis meta deskripsi yang menarik, dan menggunakan tag header yang tepat.
  5. Promosi Aktif: Menghubungi situs web yang sudah menautkan ke artikel asli dan meminta mereka untuk mempertimbangkan menautkan ke artikel Anda yang lebih komprehensif.

Perbedaan Utama antara Pillar Content dan Skyscraper Content

Pendekatan

  • Pillar Content: Pendekatan pillar content lebih proaktif dan berfokus pada menciptakan konten yang komprehensif dan mendalam tentang topik tertentu dari awal. Anda merancang konten untuk menjadi referensi utama bagi pembaca.
  • Skyscraper Content: Pendekatan skyscraper content lebih reaktif dan berfokus pada peningkatan konten yang sudah ada. Anda mencari konten yang sudah sukses dan membuat versi yang lebih baik.

Tujuan

  • Pillar Content: Tujuan utama dari pillar content adalah untuk menjadi sumber informasi utama tentang topik tertentu di situs web Anda. Konten ini dirancang untuk menarik lalu lintas organik dan menjadi pusat dari serangkaian artikel terkait.
  • Skyscraper Content: Tujuan utama dari skyscraper content adalah untuk mengungguli konten yang sudah ada dan mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di hasil pencarian. Ini bertujuan untuk menarik lebih banyak lalu lintas dan mendapatkan lebih banyak backlink.

Proses

  • Pillar Content: Proses pembuatan pillar content melibatkan penelitian yang mendalam tentang topik, penulisan konten yang panjang dan komprehensif, dan pengoptimalan SEO. Ini biasanya merupakan upaya satu kali yang besar.
  • Skyscraper Content: Proses pembuatan skyscraper content melibatkan penelitian kompetitif, peningkatan konten yang ada, penambahan elemen visual, dan promosi aktif. Ini sering kali melibatkan beberapa iterasi dan upaya berkelanjutan untuk mempromosikan konten.

Contoh Studi Kasus

Contoh Pillar Content: "Panduan Lengkap SEO"

Misalkan Anda memiliki situs web yang berfokus pada pemasaran digital. Anda bisa membuat artikel pillar dengan judul "Panduan Lengkap SEO: Strategi, Teknik, dan Alat Terbaik untuk Optimasi Mesin Pencari." Artikel ini akan mencakup berbagai aspek SEO seperti:

  1. Pengantar SEO: Apa itu SEO dan Mengapa Penting?
  2. Penelitian Kata Kunci:
    • Alat Penelitian Kata Kunci
    • Cara Menemukan Kata Kunci yang Relevan
  3. Optimasi On-Page:
    • Teknik Optimasi Konten
    • Struktur URL dan Meta Deskripsi
  4. Optimasi Off-Page:
    • Membangun Backlink Berkualitas
    • Teknik Pemasaran Konten
  5. Alat SEO:
    • Alat Gratis dan Berbayar
    • Cara Menggunakan Alat Tersebut

Artikel ini akan menjadi referensi utama bagi siapa saja yang ingin mempelajari SEO secara mendalam. Anda bisa menautkan artikel lain yang lebih spesifik, seperti "Cara Menggunakan Google Keyword Planner" atau "Panduan Membangun Backlink Berkualitas," yang terkait dengan topik utama.

Contoh Skyscraper Content: "20 Teknik Terbaik untuk Meningkatkan Peringkat SEO Anda"

Misalkan Anda menemukan artikel berjudul "10 Teknik SEO Terbaik untuk Meningkatkan Peringkat Anda" yang berperingkat tinggi di Google. Anda bisa menggunakan strategi skyscraper untuk membuat artikel yang lebih baik dengan judul "20 Teknik Terbaik untuk Meningkatkan Peringkat SEO Anda." Langkah-langkahnya mungkin melibatkan:

  1. Menambahkan Lebih Banyak Teknik: Memberikan 20 teknik alih-alih 10, sehingga konten Anda lebih lengkap.
  2. Memperbaiki dan Memperbarui Informasi: Memastikan semua teknik terbaru dan didukung oleh penelitian terbaru.
  3. Menambahkan Visual: Menyertakan infografik yang merangkum teknik, screenshot alat SEO, dan video tutorial.
  4. Mengoptimalkan SEO: Menggunakan kata kunci yang lebih relevan, menulis meta deskripsi yang menarik, dan menggunakan tag header yang tepat.
  5. Promosi Aktif: Menghubungi situs web yang sudah menautkan ke artikel asli dan meminta mereka untuk mempertimbangkan menautkan ke artikel Anda yang lebih komprehensif.

Kesimpulan

Pillar content dan skyscraper content adalah dua strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan visibilitas dan peringkat situs web Anda di mesin pencari. Meskipun keduanya berfokus pada pembuatan konten berkualitas tinggi, mereka memiliki pendekatan, tujuan, dan proses yang berbeda. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat menggunakan kedua strategi tersebut secara efektif sesuai dengan tujuan konten dan strategi SEO Anda. Pillar content dapat menjadi fondasi yang kuat untuk situs web Anda, sementara skyscraper content dapat membantu Anda mengungguli pesaing dan menarik lebih banyak lalu lintas organik.

Andre Yulianto

Andre Yulianto

How puzzling all these changes are! I'm never sure what I'm going to turn into a tidy little room.