Loading...

Berapa Jarak Ideal untuk Ganti Oli Motor? Temukan Jawabannya!

Berapa Jarak Ideal untuk Ganti Oli Motor? Temukan Jawabannya!

Sebenarnya, berapa kilometer sekali Anda harus mengganti oli motor? Temukan anjuran mengenai penggantian oli motor setiap berapa bulan di sini!

127-1.webp

Bagi pengguna sepeda motor, merawat kendaraan adalah kunci untuk mempertahankan performanya. Perhatian khusus harus diberikan pada sistem pelumasan yang diatur oleh oli. Oli sangat penting karena berdampak pada usia dan efisiensi mesin. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui interval penggantian oli yang tepat untuk sepeda motor Anda. Menurut Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, pabrikan motor biasanya merekomendasikan penggantian oli setiap 2.000-3.000 km atau setiap 2-3 bulan, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.

Fungsi Oli pada Motor

Memahami fungsi oli pada motor merupakan langkah awal yang penting sebelum mengetahui rekomendasi waktu penggantian oli. Oli memiliki peran krusial dalam menjaga performa dan keawetan kendaraan Anda, yang meliputi:

Pelumasan (Lubricating)

Motor dapat beroperasi berkat kerja sama antara berbagai komponen mesin yang terbuat dari logam. Untuk memastikan bahwa gesekan antar komponen logam tidak merusak mesin, oli berperan sebagai pelumas yang sangat vital.

Perlindungan (Protecting)

Karena komponen mesin sebagian besar terbuat dari logam, mereka cenderung rentan terhadap karat atau korosi. Oli berfungsi sebagai lapisan pelindung yang mencegah terjadinya korosi, sehingga mengurangi risiko kerusakan.

Pembersihan (Cleaning)

Saat kendaraan beroperasi, mesin akan menghasilkan limbah pembakaran. Limbah ini akan menumpuk seiring dengan penggunaan kendaraan. Oli berperan penting dalam membersihkan mesin dari limbah yang menumpuk tersebut.

Pendinginan (Cooling)

Proses pembakaran dalam mesin menghasilkan panas yang meningkatkan suhu mesin. Gesekan antar komponen mesin juga berkontribusi pada peningkatan suhu. Oli membantu mendinginkan mesin dengan melapisi dinding mesin, sehingga mencegah suhu berlebih yang dapat merusak mesin.

Berapa Kilometer Ganti Oli Motor?

Pertanyaan yang sering muncul adalah, pada jarak berapa kilometer harus mengganti oli motor? Atau, seberapa sering kita harus mengganti oli motor? Sejatinya, frekuensi penggantian oli motor tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis motor, kondisi penggunaan, serta merek dan jenis oli yang dipakai.

Namun, kebanyakan produsen motor menyarankan untuk mengganti oli setelah motor menempuh jarak kira-kira 4000 hingga 5000 kilometer. Tidak masalah apakah Anda mencapai jarak tersebut dalam dua bulan atau satu tahun, yang terpenting adalah mengganti oli setiap 5000 kilometer.

Akibat Telat Ganti Oli Motor

Terdapat alasan yang kuat mengapa disarankan untuk mengganti oli motor setiap 5000 km. Keterlambatan dalam penggantian oli dapat berakibat sebagai berikut:

Penurunan Performa Mesin

Keterlambatan dalam mengganti oli dapat menyebabkan penurunan performa mesin motor Anda. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius, dan pada akhirnya Anda mungkin perlu mengganti mesin, yang biayanya jauh lebih mahal daripada biaya penggantian oli.

Kenyamanan Berkurang Akibat Mesin yang Berisik dan Bergetar

Performa mesin yang menurun juga menyebabkan mesin menjadi cepat kering atau aus. Oli berfungsi untuk melumasi gesekan antara komponen logam di dalam mesin, sehingga operasinya menjadi lebih halus dan tidak menimbulkan getaran. Jika Anda jarang mengganti oli, mesin motor akan menjadi berisik dan bergetar, yang tentunya sangat tidak nyaman.

Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Efisien

Keterlambatan dalam penggantian oli juga menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan, mesin akan menjadi lebih boros bahan bakar karena harus mendukung kinerja mesin yang tidak optimal.

Umur Mesin yang Lebih Pendek

Oli berperan sebagai pelindung yang menjaga ketahanan dan keawetan mesin motor. Namun, jika Anda terlambat mengganti oli, hal ini justru akan memperpendek umur mesin. Ketika mesin rusak, biaya servis yang diperlukan akan lebih tinggi.

Overheating

Keterlambatan dalam penggantian oli dapat menyebabkan mesin motor mengalami overheating atau panas berlebih. Jika ini sering terjadi, dapat menyebabkan kerusakan pada mesin motor.

Masalah yang Merembet ke Komponen Lain

Keterlambatan dalam penggantian oli dapat menyebabkan masalah pada mesin, yang kemudian dapat merembet ke komponen lain dari motor. Servis mesin dan komponen penting lainnya dapat menghabiskan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui interval waktu yang tepat untuk mengganti oli motor Anda agar terhindar dari masalah ini.

Cara Memilih Oli Motor

Memahami kapan harus mengganti oli motor dan interval pergantian bukanlah satu-satunya hal penting. Anda juga harus memastikan bahwa oli yang digunakan adalah berkualitas tinggi karena oli yang tepat dapat memperpanjang usia dan meningkatkan kinerja mesin. Berikut adalah beberapa tips untuk tidak salah memilih oli:

Pilih Tingkat Kekentalan yang Sesuai dengan Lingkungan

Di Indonesia, kemasan oli sering kali menampilkan kode seperti SAE 10W-30, SAE 20W-40, dan SAE 20W-50. Kode-kode ini, yang dibuat oleh Society of Automotive Engineering (SAE), menunjukkan viskositas oli. Anda hanya perlu menyesuaikan jenis oli dengan kondisi lingkungan Anda.

Misalnya, untuk lingkungan yang bersuhu dingin, pilihlah oli dengan kode SAE 15W-50 yang memiliki kekentalan tinggi. Untuk suhu yang lebih panas, SAE 15W-40 atau SAE 20W-40 disarankan karena kekentalannya lebih rendah. Jika motor Anda sudah berumur atau telah menempuh jarak lebih dari 100.000 km, gunakan oli dengan kode SAE 20W-50.

Gunakan API Tinggi untuk Kinerja Motor yang Berat

Kode API (American Petroleum Institute) juga penting karena menunjukkan spesifikasi oli. Oli dengan kode API dirancang untuk menahan gesekan tinggi, sehingga cocok untuk motor dengan kinerja berat. Kode API biasanya diikuti oleh huruf lain yang menunjukkan kualitasnya, seperti API SB, API SL, API SA, dan lain-lain. Semakin tinggi huruf yang mengikuti 'S', semakin baik kualitas oli tersebut.

Sesuaikan dengan Jenis Motor dan Kopling

Perhatikan juga kode JASO pada kemasan oli. JASO adalah klasifikasi oli yang dibuat berdasarkan uji pelumasan oleh Japanese Automotive Standard Organization. Ada dua klasifikasi utama: JASO MA untuk motor kopling basah, motor sport, dan bebek, serta JASO MB untuk motor matic.

 

Andre Yulianto

Andre Yulianto

How puzzling all these changes are! I'm never sure what I'm going to turn into a tidy little room.