Loading...

Apakah Anda Menggarisbawahi Judul Cerita Pendek? Inilah Jawabannya

Apakah Anda Menggarisbawahi Judul Cerita Pendek? Inilah Jawabannya

Apakah Anda lelah terus-menerus menebak-nebak saat memformat judul cerita pendek? Apakah Anda bertanya-tanya apakah Anda harus menggarisbawahinya atau tidak?

Apakah Anda lelah terus-menerus menebak-nebak saat memformat judul cerita pendek? Apakah Anda bertanya-tanya apakah Anda harus menggarisbawahinya atau tidak?

Nah, jangan bertanya-tanya lagi! Dalam artikel ini, kami akhirnya akan menjawab pertanyaan ini dan memberi Anda jawaban yang pasti.

Lewatlah sudah hari-hari membalik-balik buku tata bahasa dan panduan gaya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan kuno ini. Dengan panduan kami, Anda akan memiliki semua pengetahuan yang Anda perlukan untuk memformat judul cerita pendek Anda dengan percaya diri.

Jadi, duduk santai, dan bersiaplah untuk mempelajari aturan sederhana yang akan menghemat waktu dan kebingungan Anda.

Poin Penting

  • Judul yang digarisbawahi digunakan sebelum huruf miring tersedia untuk menunjukkan penekanan dan membedakan judul dari teks biasa.
  • Huruf miring kini banyak digunakan sebagai pengganti garis bawah untuk menunjukkan penekanan karena lebih mudah dibaca dan tidak mengganggu alur teks.
  • Judul cerita pendek harus diapit tanda kutip, dan kata pertama serta kata berikutnya yang bukan artikel atau preposisi harus menggunakan huruf kapital.
  • Apabila cerpen merupakan bagian dari karya yang lebih besar, maka judul karya yang lebih besar dicetak miring atau digarisbawahi, sedangkan judul cerpen diapit tanda petik.

Memahami Sejarah Judul Yang Digarisbawahi

Anda pasti ingin mengetahui sejarah menggarisbawahi judul jika Anda bertanya-tanya apakah akan menggarisbawahi judul cerita pendek.

Praktik menggarisbawahi judul dimulai pada zaman mesin tik, ketika huruf miring bukanlah suatu pilihan. Garis bawah digunakan untuk menunjukkan penekanan, dan merupakan cara praktis untuk membedakan judul dari teks biasa.

Itu adalah praktik tipografi yang umum selama bertahun-tahun dan diterima oleh sebagian besar panduan gaya. Namun, seiring dengan evolusi garis bawah, alternatif modern telah muncul. Saat ini, huruf miring banyak digunakan sebagai pengganti garis bawah untuk menunjukkan penekanan.

Hal ini karena huruf miring lebih mudah dibaca, dan tidak mengganggu alur teks seperti halnya garis bawah. Selain itu, banyak panduan gaya sekarang merekomendasikan penggunaan huruf miring daripada menggarisbawahi, menjadikannya metode yang disukai untuk menunjukkan judul.

Jadi, jika Anda bertanya-tanya apakah akan menggarisbawahi judul cerita pendek, sebaiknya gunakan huruf miring saja.

Gaya Pemformatan Umum Untuk Judul Cerita Pendek

Ada berbagai gaya format yang biasa digunakan ketika mengacu pada judul cerita pendek. Salah satu aspek terpenting dalam memformat judul cerita pendek adalah memberi tanda baca dengan benar.

Secara umum, judul cerita pendek sebaiknya diapit tanda kutip, bukan digarisbawahi atau dicetak miring. Hal ini berlaku untuk sebagian besar panduan gaya, termasuk kutipan APA untuk cerita pendek.

Saat memberi tanda baca pada judul cerita pendek, penting untuk mengingat beberapa aturan utama. Pertama, judul harus diapit tanda kutip, dengan kata pertama dan kata berikutnya yang bukan artikel atau preposisi menggunakan huruf kapital. Misalnya, 'Lotre' atau 'Mawar untuk Emily'.

Selain itu, jika cerpen merupakan bagian dari karya yang lebih besar, misalnya antologi atau kumpulan, maka judul karya yang lebih besar harus dicetak miring atau digarisbawahi, sedangkan judul cerpen diapit tanda petik.

Dengan mengikuti aturan sederhana ini, Anda dapat memastikan bahwa judul cerita pendek Anda diformat dengan benar dan mudah dibaca.

Aturan Umum Menggarisbawahi Judul Cerita Pendek

Jika ingin memberi penekanan pada judul cerpen, umumnya diperbolehkan untuk menggarisbawahinya. Namun, praktik ini menjadi kurang umum karena semakin banyak orang yang beralih menggunakan huruf miring. Menggarisbawahi judul adalah sisa dari era mesin tik ketika huruf miring bukanlah suatu pilihan, dan sekarang dianggap kuno oleh sebagian orang.

Penting untuk diperhatikan bahwa saat menggarisbawahi judul cerita pendek, Anda hanya boleh menggarisbawahi judulnya saja dan bukan subjudul yang menyertainya. Subjudul harus dipisahkan dari judul dengan titik dua dan tidak boleh digarisbawahi atau dicetak miring.

Selain itu, penggunaan huruf besar yang tepat pada judul cerita pendek juga sangat penting. Kata pertama pada judul dan kata-kata penting lainnya harus menggunakan huruf kapital, sedangkan artikel, preposisi, dan kata hubung harus menggunakan huruf kecil kecuali kata tersebut merupakan kata pertama pada judul.

Pengecualian Terhadap Peraturan

Meskipun menggarisbawahi judul cerita pendek menjadi semakin jarang, perlu dicatat bahwa panduan gaya tertentu, seperti MLA, tetap menyarankan untuk menggarisbawahinya.

Namun, ada pengecualian terhadap aturan ini. Dalam literatur modern di era digital, judul cerita pendek lebih umum dicetak miring daripada digarisbawahi. Hal ini disebabkan oleh kemudahan pemformatan digital dan fakta bahwa garis bawah dapat disalahartikan sebagai hyperlink dalam publikasi online.

Pengecualian lain terhadap aturan ini adalah ketika cerita pendek diterbitkan sebagai bagian dari karya yang lebih besar, seperti antologi atau kumpulan cerita pendek. Dalam hal ini, lebih tepat menggunakan tanda kutip untuk membedakan judul cerita pendek dengan karya yang lebih besar.

Penting untuk dicatat bahwa panduan gaya yang berbeda mungkin menggunakan metode yang berbeda dalam memformat judul cerita pendek, jadi yang terbaik adalah berkonsultasi dengan panduan khusus yang digunakan untuk tulisan tertentu.

Seiring dengan terus berkembangnya bahasa dan teknologi, kemungkinan besar aturan untuk menggarisbawahi atau mencetak miring judul cerita pendek juga akan terus berubah.

Kesimpulan

Jadi, ini dia! Jawaban atas pertanyaan apakah Anda harus menggarisbawahi judul cerita pendek atau tidak adalah 'tidak'.

Meskipun dulunya menggarisbawahi merupakan praktik yang umum, namun kini telah digantikan dengan mencetak miring atau menggunakan tanda kutip. Mengetahui sejarah dan gaya format umum untuk judul cerita pendek dapat membantu Anda menghindari kesalahan format apa pun dalam tulisan Anda.

Secara keseluruhan, aturan untuk memformat judul cerita pendek mungkin tampak sepele, namun aturan tersebut berperan penting dalam menjadikan tulisan Anda profesional dan mudah diakses.

Ingatlah untuk selalu memeriksa pedoman format untuk publikasi spesifik yang Anda kirimkan dan jangan ragu untuk meminta klarifikasi jika Anda tidak yakin.

Andre Yulianto

Andre Yulianto

How puzzling all these changes are! I'm never sure what I'm going to turn into a tidy little room.